Kamis, 26 Agustus 2010

Jenis-jenis Shock Absorber

Shock Breaker berfungsi sebagai penopang mobil dan peredam gaya tekan yang terjadi berdasarkan kondisi jalan, gaya mengemudi dan pantulan per.Ada bermajam jenis shock breaker

Arah Gerakan

Berdasarkan arah gerakan, shock breaker dibagi menjadi :
  1. Single action, gaya redam terjadi hanya pada langkah memanjang (rebound stroke). 
  2. Double action, gaya redam terjadi baik pada saat memanjang atau memendek (bound stroke).
Shock Absorber tipe double action lebih nyaman digunakan daripada single action, karena setiap gaya tekan diredam dengan baik.

Isi Shock Breaker

Dilihat dari isinya, sokbreker dibagi menjadi :
  1. Oli 
  2. Gas
Karekteristik Sokbreker Gas :
  • Responsnya yang lebih cepat dibanding jenis oli. Akibatnya mobil tidak mudah limbung, meski kenyamanannya saat menerjang lubang jadi berkurang. 
  • Tidak mungkin disuntik. Karena begitu dilubangi, gas pengisinya akan segera keluar. Jika dipaksakan hanya akan mengubahnya menjadi sokbreker oli. 
  • Bagian dalamnya tetap menggunakan oli dalam jumlah besar.

Alasannya adalah karena komponen bergerak di dalam sokbreker butuh pelumasan, dan bila hanya terisi gas maka reaksi jadi terlalu cepat sehingga mobil menjadi sangat tidak nyaman. Temperatur sokbreker juga lebih tinggi akibat gesekan, hal ini bisa membuat sil-sil penyekat menjadi lebih cepat aus.

Panjang Maksimum dan Pendek Minimum

Hal lain yang juga patut diperhatikan saat memilih sokbreker adalah panjang maksimum saat gerakan memanjang. Serta pendek minimum saat memendek. Hal ini diperhitungkan dengan jarak main dari per mobil.

Jika panjang maksimum per kurang dari yang dibutuhkan, maka beban mobil saat berayun akan dipikul oleh sokbreker. Demikian pula bila panjang minimum saat memendek kurang dari yang dibutuhkan akan terjadi hal yang sama. Alhasil sokbreker jadi cepat rusak akibat memikul beban berlebih.

Shock Breaker Rekondisi

Produk ini tidak dianjurkan untuk dipakai karena kualitasnya tidak jelas. Alasannya adalah :
  1. Cairan yang disuntikkan tidak mungkin dapat bercampur sempurna dengan yang ada di dalam karena oli yang ada sudah mengalami kejenuhan.
  2. Meski lebih murah tapi kualitas redaman dan umur pakainya tidak akan sebaik yang baru. 
  3. Beresiko bocor dari bekas lubang suntikan akibat proses penambalan yang tidak bisa sempurna.


Ganti Shock Breaker

Beberapa hal yang bisa dijadikan patokan sokbreker sudah waktunya diganti :

  • Lihat keausan ban yang tidak merata. Sokbreker rusak menjadi salah satu penyebabnya.
  • Perhatikan saat mobil melalui polisi tidur, jalan berlubang atau rel kereta api. Bila mentok atau kandas berarti sokbreker perlu diganti.
  • Jika merasa setir seringkali membuang dan sulit dikendalikan, merupakan salah satu akibat dari sokbreker yang sudah ‘mati’.
  • Lihat kondisi fisik sokbreker, jika ada lelehan oli keluar dari tabungnya, berarti ada kebocoran dan wajib diganti.
  • Tekan ke bawah area bodi di dekat suspensi beberapa kali lalu lepaskan. Kalau ayunan tidak segera berhenti maka bersiaplah membeli sokbreker baru.
Dalam memilih Shock Absorber, gaya redam besar dapat meningkatkan pengendalian namun mengurangi kenyamanan. Sebaliknya, memilih sokbreker yang lebih empuk tentu mengurangi kemampuan bermanuver meski makin nyaman.


Artikel Terkait :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar