Selasa, 27 Juli 2010

Merawat Pelapis Interior Mobil Berbahan Beledu dan Bulu

Bahan Beludru dan Bulu
Bahan beledu atau beludru dipakai untuk melapisi bangku atau plafon mobil supaya terlihat makin eksklusif dan mewah. Cara Merawat Pelapis Interior Mobil Berbahan Beledu dan Bulu ini harus dilakukan dengan hati-hati.

Dengan bahannya yang tebal dan empuk, akan mampu menahan hawa panas. Akan tetapi bahan beledu dan bulu asli sangat repot dalam perawatan, sehingga dibuat  bahan tiruan jauh lebih mudah untuk dirawat.

Berikut cara merawatnya :

Pelapis Beledu
“Beledu umumnya dipakai pada plafon dan seratnya bersifat sensitif, sedikit goresan bisa merusaknya. Warna yang dipakai biasanya cerah sehingga mudah terlihat kusam,” ungkap Hanny Pasla dari Hyperblack. Kotoran yang biasa menempel adalah noda asap rokok atau bekas jari tangan.

Membersihkannya :
  • Cukup sediakan interior cleaner dan kain mikrofiber. 
  • Atau jika ada bisa menggunakan sikat dengan bulu lembut seperti untuk semir sepatu. 
  • Semprotkan langsung cairan pembersih pada kain. 
  • Usap sedikit pada kain beledu dengan gerakan searah berulang kali hingga kotoran terangkat.
  • keringkan kembali dengan kain mikrofiber yang berbeda. 


Perhatikan arah bergeraknya serat. Jika terangkat artinya arah yang diterapkan salah. Jika kondisinya tidur berarti arah sudah benar. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi tercabutnya serat dari kain.


Pelapis Bulu
Biasanya diposisikan sebagai alas, sehingga butuh perhatian lebih banyak saat merawatnya. 

Membersihkannya :
  • Semprot terlebih dahulu dengan cairan pembersih khusus karpet bulu agar kotoran melunak dan mudah terangkat.
  • Untuk mengangkat kotoran dengan mudah, gunakan vacuum cleaner.
  • Untuk kotoran yang menyusup ke dalam, gunakan sikat halus untuk mengangkatnya. 
  • Seka dengan kain mikrofiber untuk mengangkat sisa kotoran dan mengeringkan
  • Catatan : Jangan lakukan gerakan bolak-balik karena akan membuatnya rontok.


Sama halny seperti beledu, cari terlebih dahulu arah gerakan dengan mencobanya sekali. Pada beberapa jenis karpet, terdapat pembatas tenunan yang hanya terlihat saat disikat dalam kondisi basah. Usahakan searah dengan garis tersebut. Perhatikan pula arah rebahnya serat. 


Artikel Terkait :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar