Selasa, 13 Juli 2010

Tips Parkir di Tempat Terbuka

Tips Parkir di Tempat Terbuka
Parkir di tempat terbuka akan membuat suhu interior  menjadi tinggi dan membuat komponen di dalam rentan terhadap kerusakan.


Mobil modern saat ini cenderung menggunakan material plastik. Alhasil, panasnya terik matahari dan hujan secara tiba-tiba, dapat mempercepat usia pakai parts  ini.  

EKSTERIOR
Bagian luar kendaraan tentu telah dipersiapkan lebih kuat terhadap cuaca ketimbang di interior. Tapi bukan berarti tak bisa rusak dan tidak perlu perawatan. Perubahan warna pada cat dapat terjadi. Apalagi di bagian panel yang berbahan plastik seperti bumper.

Tak hanya itu, kerusakan pada mika lampu pun dapat terjadi akibat hal ini. bila hal ini yang terjadi, maka air pun dapat menyusup masuk ketika hujan tiba atau saat mobil dicuci. Cirinya dapat terpantau dengan hadirnya embun.

Belum lagi, bagi mobil masih menggunakan cat berbahan dasar Nitro Celulose (NC), maka kemungkinan cat pudar kian besar. Sebab cat ini cukup peka terhadap panas berlebihan. Berbeda dengan berbahan dasar Polyurethane (PU) yang lebih tahan terhadap panas pada kendaraan modern.

Tapi bukan berarti cat jenis PU tidak memiliki kelemahan. Aspal dari kotoran jalanan yang kerap menempel di bagian bawah atau kolong mobil kerap merusak cat jenis ini. Sebab aspal akan mencair saat suhu tinggi dan kandungan minyak di dalamnya akan merusak cat. Efeknya, saat hujan turun, pelat besi akan bersinggungan dengan udara dan air sehingga berpotensi karat.

Solusi
Tak ada cara lain selain melindungi cat dengan memberi proteksi pada permukaan cat, minimal setiap 3 bulan. Dengan menjaga kebersihan dari kotoran jalan seperti aspal, kotoran burung, getah pohon atau serangga, akan menjaga clear coat  (lapisan terluar cat) selalu dalam kondisi yang baik. Bila hal ini dilakukan, maka cat pun akan jauh dari warna yang memudar.

Selain itu, hindari menggunakan perlindungan cat yang memiliki kandungan silikon. Sebab bahan dasar silikon merupakan oli sehingga ia tidak tahan terhadap suhu yang tinggi. Efeknya, akan merusak cat yang memiliki bahan dasar PU.

Begitu pula dengan semir ban yang kerap digunakan. Pilihan material perawatan berbahan dasar water base. Sehingga dapat melindungi bagian mobil dengan optimal.

INTERIOR
Tak berbeda dengan eksterior, suhu tinggi pun menghinggapi ruang tertutup ini. Material plastik, jok kulit dan busa jok pun dapat rusak lebih singkat. Apalagi bila mobil tidak dilengkapi dengan kaca film yang mampu menolak UV dengan baik. Kerusakan bagian interior pun kian cepat terutama dasbor.

Solusi
Meminimalkan sinar UV ke dalam kabin menjadi usaha untuk terbaik dalam merawat interior. Dengan penggunakan film pada seluruh kaca akan mereduksi kerusakan di interior. Selain itu, penggunaan sunblock di kaca depan dan belakang juga penting, mengingat bagian ini memiliki potensi penyumbang panas terbesar bagi kabin mobil Anda.

Langkah preventif lainnya adalah membuat sirkulasi udara agar suhu kabin menjadi tidak terlampau tinggi. Caranya pun bermacam-macam. Bila mobil Anda menggunakan sunvisor, tentu kaca samping dapat sedikit dibuka. Tapi bila tidak menggunakan, Anda dapat membuka saluran sirkulasi udara dalam kondisi ‘open’.

Pun begitu ketika memulai berkendara. Sebaiknya, seluruh kaca perlu dibuka untuk menyesuaikan suhu luar dan kabin tanpa menghidupkan AC. Langkah ini penting agar uap panas dapat keluar dan tidak terhisap oleh Anda ketika berkendara.

Perlindungan ekstra terhadap komponen interior pun perlu dilakukan. Seperti memberikan interior dressing pada dasbor dan doortrim. Jok kulit yang diberikan lotion serta karet-karet dengan rubber treatment.


Artikel Terkait :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar